DINAS PARIWISATAKABUPATEN MINAHASA SELATAN

DINAS PARIWISATAKABUPATEN MINAHASA SELATAN

Menu

Tourism Potential (Potensi Wisata)

Bukit Sasayaban Amurang

Bukit Sasayaban Amurang

Bukit Sasayaban Amurang

Bukit Sasayaban adalah destinasi wisata buatan yang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan melalui Dinas Pariwisata. Diresmikan pada Februari 2024, tempat ini menawarkan pemandangan yang spektakuler dari ketinggian dan menjadi salah satu daya tarik terbaru di wilayah tersebut. 


 Daya Tarik Bukit Sasayaban

  • Pemandangan panorama: Dari puncaknya, pengunjung dapat menikmati pemandangan indah yang meliputi Teluk Amurang, Pantai Alar, serta deretan perbukitan hijau di Minahasa Selatan.
  • Waktu terbaik: Bukit ini merupakan lokasi yang sangat bagus untuk menikmati pemandangan matahari terbit dan terbenam.
  • Suasana sejuk dan tenang: Udara sejuk dan suasana yang damai membuat tempat ini ideal untuk bersantai dan melepaskan penat.
  • Spot foto: Banyak pengunjung datang untuk berfoto di berbagai spot dengan latar belakang pemandangan alam yang menawan.
  • Tempat berkemah: Beberapa wisatawan lokal dan turis menjadikan tempat ini sebagai lokasi berkemah untuk menikmati langit malam yang bertabur bintang. 

 

Lokasi dan rute

Berlokasi di Kelurahan Buyungon, Kecamatan Amurang, Kabupaten Minahasa Selatan.Terletak tidak jauh dari pusat kota Amurang, sekitar 10 menit perjalanan. Rute menuju bukit ini mudah dijangkau dengan kendaraan. 

Benteng Portugis Amurang

Benteng Portugis Amurang

Benteng Portugis Amurang

Benteng Portugis di Amurang, yang terletak di Kelurahan Uwuran Satu, Kabupaten Minahasa Selatan, adalah salah satu peninggalan bersejarah penting di Sulawesi Utara. Bangunan ini didirikan oleh bangsa Portugis sekitar tahun 1500-an dan menjadi saksi bisu perjalanan panjang sejarah di wilayah tersebut.

Sejarah

Aktivitas perdagangan: Kedatangan Portugis di Sulawesi Utara pada abad ke-16 didasari oleh kekayaan rempah-rempah yang melimpah di wilayah Amurang dan sekitarnya.Benteng pertahanan: Untuk melindungi aktivitas perdagangan mereka dari ancaman perompak, Portugis membangun benteng ini sebagai markas militer. Awalnya benteng hanya digunakan untuk menampung serdadu dan rohaniawan, namun karena lokasinya yang strategis, ia kemudian menjadi pusat penaklukan Portugis di wilayah Minahasa.Perpindahan kekuasaan: Pada abad ke-18, benteng ini dikuasai oleh bangsa Belanda, yang turut memengaruhi sejarah masyarakat Minahasa.Perang Dunia II: Pada tahun 1943, benteng ini diserang habis-habisan oleh tentara sekutu, yang menyebabkan sebagian besar bangunan hancur dan hanya menyisakan reruntuhan yang terlihat saat ini.

Kondisi dan peninggalan

Luas awal dan sisa: Awalnya benteng ini memiliki luas sekitar tiga hektare, tetapi setelah kehancuran dan perkembangan zaman, luas area yang tersisa kini sekitar 25 x 50 meter dan telah dipagari oleh pemerintah setempat.Saksi bisu masa lalu: Bentuk fisik yang tersisa adalah dinding batu berbentuk setengah lingkaran (huruf D) setinggi sekitar tiga meter.Fasilitas lengkap: Saat masih utuh, benteng ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas militer, seperti meriam yang menghadap ke arah Teluk Amurang, barak prajurit, gudang, dan kapel (gereja kecil).Meriam yang hilang: Sayangnya, meriam-meriam yang dulu ada kini telah raib, diduga dipindahkan pada masa lampau.  

Lokasi

Alamat: Benteng ini berada di Kelurahan Uwuran Satu, Kecamatan Amurang, Kabupaten Minahasa Selatan.Akses: Lokasinya sangat mudah dijangkau karena berada tepat di samping Pasar Amurang dan dapat ditempuh sekitar satu jam perjalanan dari Manado


Pantai Alar Amurang

Pantai Alar Amurang

Pantai Alar Amurang

Pantai Alar adalah salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara. Pantai ini terletak di belakang perkantoran Pemkab Minsel, tepatnya di Kelurahan Pondang dan Desa Lopana, Kecamatan Amurang Timur

Daya tarik


Pemandangan Teluk Amurang: Pengunjung dapat menikmati pemandangan Teluk Amurang yang indah, terutama saat matahari terbenam.Pusat kuliner: Kawasan Pantai Alar juga dikenal sebagai pusat kuliner yang menyajikan berbagai hidangan khas Sulawesi Utara, mulai dari makanan laut segar hingga masakan tradisional. Terdapat juga kafe seperti X Resto & Café Amurang yang ramai dikunjungi wisatawan.Suasana santai: Lokasinya yang strategis dan berada di pusat kota menjadikannya tempat yang menarik untuk bersantai bersama keluarga dan teman.   


Lokasi dan aksesAlamat: Kelurahan Pondang, Kecamatan Amurang Timur, Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara.Akses: Lokasinya mudah dijangkau karena berada di dekat pusat pemerintahan kabupaten. FasilitasTempat makan: Terdapat banyak warung dan restoran yang menjual kuliner lokal.Area parkir: Tersedia lahan parkir yang luas.Akomodasi: Terdapat beberapa penginapan atau hotel di sekitar kawasan pantai


Air Terjun Tuunan & Kulung-Kulung

Air Terjun Tuunan & Kulung-Kulung

selengkapnya klik link diatas .....

Desa Wisata Wiau Lapi terletak di Kecamatan Tareran, Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara. Desa ini terkenal karena lanskap persawahan yang indah, air terjun yang memukau, dan produk olahan lokal seperti minuman captikus. Desa ini juga telah mendapat pengakuan dengan beberapa penghargaan bergengsi.


Desa Wisata Pontak

Pohon Langsat Tua

Pohon Langsat Tua

Desa Wisata Pontak di Minahasa Selatan adalah desa yang dikenal dengan situs sejarahnya, terutama Pohon Langsat Tua yang Berusia 400 tahun, serta Pusat Sejarah Desa dan Kuburan Leluhur. Desa ini menawarkan potensi wisata budaya dan sejarah yang unik, termasuk kisah mistis yang melindungi pohon langsat tersebut dari penebangan.

Objek Wisata dan Sejarah Desa Pontak 

Pohon Langsat Tua: Objek wisata utama di Desa Pontak adalah pohon langsat yang dipercaya sudah ditanam sejak desa terbentuk sekitar 4 abad lalu.  Pusat Sejarah Desa: Di sini Anda bisa menemukan monumen-monumen dan situs sejarah lain yang menceritakan tentang terbentuknya desa.  Kuburan Leluhur: Terdapat juga makam para pendiri desa yang menjadi bagian dari sejarah desa tersebut.  Kisah Mitos: Pohon langsat ini memiliki kisah mistis, di mana setiap upaya untuk menebangnya akan berakhir dengan kematian, sehingga pohon dan situs sejarah di sekitarnya terus dilestarikan oleh warga.   

Lokasi  

Desa Wisata Pontak terletak di Kecamatan Ranoyapo, Kabupaten Minahasa Selatan, Provinsi Sulawesi Utara.  

Informasi Tambahan   

Desa ini menawarkan pengalaman wisata budaya dan sejarah yang unik, sangat cocok bagi pengunjung yang tertarik pada cerita rakyat dan situs bersejarah. Pohon langsat ini dijaga dengan baik oleh warga, bahkan telah dibangun pagar mengelilinginya.


Desa Wisata Modoinding

Kampung Wisata Modoinding

Kampung Wisata Modoinding

Kampung wisata Modoinding adalah julukan untuk kawasan agrowisata di Kecamatan Modoinding, Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara. Daerah yang berada di dataran tinggi sekitar 1.600 mdpl ini dikenal sebagai "Dapur Indonesia Timur" karena penghasil berbagai jenis sayuran, seperti kentang, kubis, wortel, dan tomat.

Daya tarik wisata


Agrowisata: Pengunjung bisa melihat langsung hamparan kebun sayuran dan pertanian yang hijau, serta merasakan kesejukan udara dataran tinggi.Keindahan alam: Pemandangan alam yang memukau dan udaranya yang segar membuat Modoinding sering disandingkan dengan keindahan lanskap seperti "The Shire" dalam cerita fantasi.Kampoeng Wisata: Sebuah area dengan deretan rumah-rumah unik yang dapat menjadi pilihan akomodasi, baik untuk liburan keluarga maupun berbulan madu.Iklim sejuk: Berada di ketinggian, kawasan Modoinding memiliki suasana dan hawa yang sejuk cenderung dingin, bahkan sering diselimuti awan putih saat sore hari  

Aktivitas yang dapat dilakukan


Menjelajahi kebun sayuran dan menikmati pemandangan alam.Menginap di Kampoeng Wisata dan menikmati suasana pedesaan yang tenang.Membeli hasil panen sayuran segar langsung dari petani.Menikmati hidangan khas setempat yang menggunakan hasil bumi Modoinding.  

Akses dan fasilitas


Akses menuju Modoinding dapat ditempuh dengan kendaraan pribadi atau umum dari Manado atau sekitarnya.Fasilitas penunjang di kawasan ini terus dikembangkan, termasuk peningkatan aksesibilitas dan penyediaan sarana transportasi. 

Secara keseluruhan, Kampung Wisata Modoinding menawarkan pengalaman wisata alam dan agrowisata yang unik dengan keindahan alam yang memukau dan potensi pertanian yang melimpah. 


Desa Wisata Kilometer Tiga

Batu Dinding Kilometer Tiga

Batu Dinding Kilometer Tiga

Batu Dinding Amurang adalah destinasi wisata alam yang terkenal di Desa Kilometer Tiga, Kecamatan Amurang, Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara. Daya tarik utama objek wisata ini adalah tebing batu alam setinggi sekitar 100 meter yang tersusun secara unik, seolah-olah dipahat oleh manusia.

Fitur unik Batu Dinding Amurang

Formasi batu alami: Tebing ini terbuat dari batu andesit yang dikenal keras, dan memiliki permukaan dengan balok-balok beragam ukuran yang tersusun secara alami.Surganya pemanjat tebing: Tebing ini memiliki 33 jalur pendakian yang menantang, dengan tingkat kesulitan yang diakui oleh para pesohor panjat tebing. Sejumlah jalur terkenal di antaranya Jalur Ofu, Jalur Spider, dan Jalur Ratapan.Spot foto populer: Pemandangan tebing yang megah dan struktur batunya yang dramatis menjadikan Batu Dinding tempat yang instagramable dan favorit bagi wisatawan untuk berfoto.Destinasi camping: Selain panjat tebing, area ini juga sering digunakan sebagai tempat berkemah karena lokasinya yang strategis dan berdekatan dengan sungai.  

Lokasi dan akses

Batu Dinding Kilo Tiga mudah dijangkau dari pusat Kota Amurang, hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit berkendara dengan kendaraan bermotor. 

Sejarah dan popularitas

Ditemukan tahun 1986: Objek wisata ini ditemukan pada tahun 1986 oleh Frangky.Populer karena media sosial: Awalnya, lokasi ini bukan tempat wisata populer. Namun, keindahan formasi batunya menjadi viral setelah banyak diunggah di media sosial.Pernah dieksplorasi media nasional: Ketenaran Batu Dinding menarik perhatian berbagai program televisi nasional untuk datang dan mengeksplorasi keunikan tempat ini. 


Desa Wisata Molinow

Pantai Molinow

Pantai Molinow

Desa Wisata Molinow terletak di Kecamatan Tenga, Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara. Desa ini menawarkan pesona alam yang lengkap, mulai dari wisata pantai, pertanian, hingga budaya lokal yang unik.

Daya tarik utama

Pantai Tanjung Molinow: Pantai landai dengan pasir hitam yang indah. Pengunjung dapat bersantai di gazebo, bermain air, atau mencoba fasilitas banana boat.Wisata pertanian: Anda bisa melihat pemandangan hamparan sawah dan kebun kelapa. Ada juga kesempatan untuk menyaksikan proses panen kelapa hingga pengolahannya.Atraksi budaya: Desa ini mempertahankan tradisi lokal yang dapat dinikmati wisatawan. Beberapa di antaranya seperti tradisi menjunjung nyiru, menangkap ikan, serta tarian tradisional Kabasaran dan Masamper.   

Aktivitas yang dapat dilakukan

Rekreasi pantai: Menikmati suasana pantai, bermain banana boat, atau menyewa perahu wisata untuk berkeliling.Wisata edukasi: Melihat langsung kehidupan dan aktivitas masyarakat setempat, mulai dari cara bertani hingga tradisi nelayan.Menyaksikan pertunjukan: Jika beruntung, Anda dapat menyaksikan pertunjukan tarian tradisional setempat.Wisata kuliner: Menikmati hidangan di kafe dan pondok kuliner yang tersedia di area wisata.   

Fasilitas dan akomodasi

Desa wisata ini telah dilengkapi dengan beberapa fasilitas untuk kenyamanan pengunjung: Akomodasi: Tersedia beberapa homestay, seperti Homestay Jonatan dan Homestay Nyiur Molinow.Kuliner: Terdapat kafe dan pondok kuliner yang menyajikan makanan nasional.Fasilitas umum: Tersedia kolam renang, gazebo, kamar bilas, toilet, dan area parkir.


Desa Wisata Poopo

Negeri Di Atas Awan Gunung Payung Poopo

Negeri Di Atas Awan Gunung Payung Poopo

Desa Wisata Poopo adalah objek wisata alam di Desa Poopo, Kecamatan Ranoyapo, Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara, yang terkenal dengan pemandangan "Negeri di Atas Awan" di lokasi bernama Gunung Payung. Selain pemandangan awan yang memukau, desa ini juga mengembangkan potensi ekowisata dan budaya lokal sebagai daya tarik wisata

Lokasi dan Daya Tarik Utama

Negeri di Atas Awan: Pemandangan Gunung Payung yang diselimuti awan menjadi ikon utama dan daya tarik populer di desa ini.  Ekowisata: Pengembangan kawasan ini juga mencakup potensi ekowisata, menunjukkan komitmen desa untuk menjaga kelestarian alam sekaligus mengembangkan pariwisata.  Budaya Lokal: Desa Poopo juga mengembangkan aspek budaya lokalnya, salah satunya melalui tradisi seperti Wolay, yang menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.   

Lokasi Geografis   

Alamat: Desa Poopo, Kecamatan Ranoyapo, Kabupaten Minahasa Selatan, Provinsi Sulawesi Utara. Ketinggian: Gunung Payung, lokasi wisata utama, berada pada ketinggian 500 mdpl (meter di atas permukaan laut).


Desa Wisata Popareng

Pantai Popareng

Pantai Popareng

Desa Wisata Popareng adalah sebuah desa ekowisata di Minahasa Selatan, Sulawesi Utara, yang menjadi penyangga Taman Nasional Bunaken. Desa ini menawarkan berbagai atraksi alam, termasuk menyusuri hutan mangrove, snorkeling dan diving, serta pengamatan burung. Selain itu, Popareng juga terkenal dengan pantai yang indah dan masyarakatnya yang ramah, serta memiliki fasilitas seperti homestay dan paket wisata.

Lokasi dan Status   

Berada di Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara. Merupakan bagian dari kawasan Taman Nasional Bunaken. Telah ditetapkan sebagai desa ekowisata sejak tahun 2018.  

Daya Tarik Wisata  

Ekowisata Mangrove: Wisata menyusuri hutan mangrove menjadi salah satu atraksi unggulan.  Snorkeling dan Diving: Pengunjung dapat melakukan aktivitas snorkeling dan diving di perairan sekitar desa.  Pengamatan Burung: Aktivitas pengamatan burung juga menjadi salah satu kegiatan yang ditawarkan.  Pantai Popareng: Desa ini memiliki pantai yang indah yang menjadi pusat kegiatan pariwisata.   

Fasilitas dan Potensi Lainnya  

Terdapat fasilitas seperti homestay dan paket wisata yang ditawarkan kepada pengunjung.  Desa ini menjadi contoh penerapan konsep sustainable tourism (pariwisata berkelanjutan) sebagai penyangga TN Bunaken.  Masyarakat desa memiliki karakteristik yang ramah, sopan, dan hidup rukun. 


Desa Wisata Wawontulap

Wawontulap Beach Resort

Wawontulap Beach Resort

Desa Wisata Wawontulap adalah sebuah destinasi pantai dan budaya yang terletak di Kecamatan Tatapaan, Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara. Destinasi ini bernama Wawontulap Beach Resort dan menawarkan pengalaman wisata bahari seperti melihat aktivitas nelayan, hamparan hutan mangrove, serta keramahan penduduk setempat. Selain itu, desa ini juga dikenal karena memiliki warisan budaya yang kaya

Lokasi dan Akses Lokasi: 

Desa Wawontulap berada di Kecamatan Tatapaan, Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara.  Akses: Jika dari Manado, Anda bisa mengikuti jalan nasional trans Sulawesi, lalu berbelok kanan dari Tanawangko atau Papontolen. Perjalanan darat diperkirakan memakan waktu 1-2 jam.   

Daya Tarik Wawontulap Beach Resort Wisata Bahari: 

Pengunjung dapat menikmati pemandangan pantai, melihat aktivitas nelayan, serta merasakan sejuknya angin laut.  Hutan Mangrove: Terdapat hamparan luas dan hijaunya kawasan mangrove yang dapat menenangkan pikiran.  Budaya dan Keramahan: Desa ini juga menawarkan warisan budaya yang kaya dan keramahan penduduk lokal.  Aktivitas: Beberapa aktivitas yang dapat dilakukan saat peresmian destinasi ini adalah pelepasan tukik, lomba perahu, lomba memancing, dan penanaman pohon buah.   

Peresmian  

Desa Wisata Wawontulap dan destinasi Wawontulap Beach Resort (WBR) diresmikan pada tanggal 26 Maret 2022 oleh Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan.  Peresmian ini diharapkan dapat menjadi andalan masyarakat desa untuk menciptakan mata pencaharian alternatif. 


Desa Wisata Sondaken

Hutan Mangrove Sondaken

Hutan Mangrove Sondaken

Desa Wisata Sondaken terletak di Kecamatan Tatapaan, Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara. Desa ini terkenal dengan ekowisata mangrovenya yang dikelola bekerja sama dengan Balai Taman Nasional Bunaken. Desa ini juga memanfaatkan Dana Desa untuk membangun dan mengembangkan potensi wisatanya. 

Daya tarik utama

Ekowisata Hutan Mangrove: Desa Sondaken memiliki kawasan hutan mangrove terbesar dan terawat di Minahasa Selatan. Wisatawan dapat menjelajahi area ini menggunakan perahu sewaan dari dermaga desa.Fenomena kunang-kunang: Pada sore hingga malam hari, wisatawan berkesempatan melihat indahnya kunang-kunang di sekitar area hutan mangrove.Pemandangan pantai: Dari dermaga desa, Anda bisa menikmati pemandangan Pantai Sondaken yang indah, hutan mangrove, dan latar belakang Pulau Manado Tua, terutama saat matahari terbenam.Habitat duyung: Kawasan pantai Sondaken ditumbuhi padang lamun (rumput laut), yang merupakan makanan ikan duyung (Dugong dugon) yang terkadang terlihat di perairan ini.   

Aktivitas yang bisa dilakukan

Edukasi dan pelestarian: Belajar tentang ekosistem mangrove dan melakukan kegiatan konservasi, seperti budidaya mangrove.Memancing: Pengunjung dapat mencoba memancing di area pantai.Wisata kuliner: Menikmati hidangan laut segar yang ditawarkan di area desa.Bertualang di hutan: Menyewa perahu penduduk untuk menjelajahi hutan mangrove lebih dekat.Menikmati senja: Menyaksikan momen matahari terbenam yang memukau di pantai.   

Fasilitas

Pasanggrahan: Bangunan atau tempat peristirahatan sederhana yang disediakan untuk wisatawan.Dermaga: Akses untuk perahu yang digunakan wisatawan saat menjelajah.Unit usaha BUMDes: Tata kelola wisata berada di bawah unit usaha Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), yang juga mengelola pariwisata kuliner.Pemanduan wisata: Wisatawan dapat menghubungi TNB Resort Sondaken atau pemerintah desa untuk panduan wisata. 


Desa Wisata Arakan

Pantai Arakan

Pantai Arakan

Desa Arakan, yang terletak di Kecamatan Tatapaan, Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara, memiliki potensi sebagai desa ekowisata, terutama ekowisata bahari. Desa ini dikenal dengan potensi perairannya yang menarik dan ekosistem mangrove di wilayah pesisirnya. 

Berikut adalah beberapa hal yang perlu diketahui tentang potensi wisata di Desa Arakan dan Kecamatan Tatapaan:

Potensi ekowisata bahariKehidupan dugong: Penelitian menunjukkan bahwa perairan Desa Arakan menjadi habitat dugong, menjadikannya potensi daya tarik wisata yang unik.Hutan mangrove: Wilayah pesisir Desa Arakan kaya akan hutan mangrove. Kelompok masyarakat setempat telah aktif dalam upaya pelestarian dengan menanam ribuan bibit mangrove dan membersihkan sampah.Pulau-pulau kecil: Kecamatan Tatapaan, tempat Desa Arakan berada, memiliki beberapa pulau kecil, seperti Pulau Tatapaan, Pulau Sepatu, Pulau Tikus, dan Pulau Burung, yang memperkaya pilihan destinasi ekowisata bahari.Kegiatan konservasi: Adanya kegiatan penanaman mangrove dan pembersihan sampah oleh masyarakat dan lembaga terkait menunjukkan komitmen terhadap konservasi lingkungan, yang penting untuk ekowisata berkelanjutan.   

Perkembangan wisata

Penetapan desa ekowisata: Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan telah menetapkan Desa Arakan sebagai salah satu desa ekowisata.Pengelolaan: Meskipun telah ditetapkan, masih ada tantangan dalam mengembangkan pariwisata secara efektif. Beberapa laporan menunjukkan bahwa pengembangan desa ekowisata di wilayah ini belum terlalu menonjol.Pemberdayaan masyarakat: Program pengabdian masyarakat telah dilakukan untuk membantu penduduk lokal mengembangkan sistem silvofishery (perpaduan perikanan dan kehutanan) yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan dan mendukung ekowisata.   

Informasi tambahan

Budaya lokal: Masyarakat Desa Arakan memiliki ritual tahunan yang disebut "Tawaf Kampung" sebelum Lebaran, di mana mereka mengelilingi desa sebagai bagian dari tradisi.Lansekap pesisir: Karakteristik ekosistem pesisir dan pulau-pulau kecil di Kecamatan Tatapaan didominasi oleh pantai dan hutan mangrove, menjadi fokus utama pengembangan ekowisata. 


Desa Wisata Rap-Rap

Pantai Hutan Bakau Rap-Rap

Pantai Hutan Bakau Rap-Rap

Desa Rap-Rap yang berada di Kecamatan Tatapaan, Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara, menawarkan potensi ekowisata, terutama di area pantainya. Lokasinya berada di kawasan penyangga Taman Nasional Bunaken bagian selatan dan memiliki keunikan alamnya sendiri.

Daya tarik utama

Pemandangan matahari terbenam: Pantai Rap-Rap terkenal dengan pemandangan sunset yang memukau, yang terlihat dari sela-sela hutan bakau yang rindang.Hutan bakau: Terdapat kawasan bakau di sekitar pantai yang bisa dijelajahi. Di sana, kicauan burung di antara pepohonan menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.Aktivitas nelayan: Di dermaga desa, Anda dapat menyaksikan langsung aktivitas nelayan yang turun ke laut dan mendaratkan hasil tangkapannya.Kearifan lokal: Desa ini masih memegang nilai-nilai tradisional seperti mapalus, yang menjadi aset penting dalam kehidupan sosial masyarakat.   

Aktivitas yang bisa dilakukan

Bersantai di pantai: Nikmati suasana alam terbuka dengan udara segar sambil menunggu matahari terbenam. Anda juga bisa membakar ikan dan bersantap di tepi pantai.Wisata perahu: Dengan perahu kano atau "bolotu" (perahu tradisional), Anda bisa melakukan kayaking atau tour menjelajahi hutan bakau.Menjelajah pulau terdekat: Pantai Rap-Rap juga menjadi akses menuju Pulau Bunaken, yang hanya berjarak sekitar 10 menit perjalanan. Pengelola setempat bahkan dapat menyiapkan paket perjalanan untuk snorkeling dan fun dive.Melihat kegiatan masyarakat: Pengunjung dapat berinteraksi dan melihat langsung kesadaran anak-anak muda desa dalam menjaga kebersihan pantai. Terdapat juga kegiatan inovatif, seperti hidroponik yang dilakukan warga dengan memanfaatkan sampah botol plastik.   

Lokasi dan fasilitas

Lokasi: Desa Rap-Rap, Kecamatan Tatapaan, Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara.Fasilitas: Pantai Rap-Rap dilengkapi dengan fasilitas umum sederhana, seperti kasebo (gazebo), kamar mandi, dan dermaga. 


Desa Wisata Kakenturan Barat

Agrowisata Kakenturan Barat

Agrowisata Kakenturan Barat

Kakenturan Barat, sebuah desa di Kecamatan Modoinding, Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara, memiliki potensi agrowisata yang signifikan. Meskipun pengembangan agrowisata di wilayah ini masih memerlukan perhatian lebih lanjut, desa ini dikenal dengan keindahan alam dan hasil pertaniannya. 

Berikut adalah informasi mengenai potensi agrowisata Kakenturan Barat:

Potensi wisata

Bukit Doluong: Salah satu daya tarik di Kakenturan Barat adalah Bukit Doluong. Pada 2018, bukit ini dipercantik dengan pembangunan gazebo untuk meningkatkan daya tarik wisata.Bukit Doa Kakenturan: Selain Bukit Doluong, Bukit Doa juga menjadi salah satu potensi agrowisata yang ada di Kecamatan Modoinding, termasuk di Kakenturan Barat.Tanaman hortikultura: Kakenturan Barat merupakan bagian dari Kawasan Agropolitan Modoinding yang terkenal dengan produksi tanaman hortikulturanya, seperti sayur-mayur. Potensi ini menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin belajar atau menikmati hasil pertanian.   

Status pengembangan

Pengembangan bertahap: Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan, melalui kunjungan bupati, telah meninjau Kakenturan Barat sebagai desa wisata dan berupaya mengembangkannya.Kendala dan peluang: Menurut penelitian, pengembangan agrowisata di Kecamatan Modoinding, termasuk Kakenturan Barat, masih menghadapi kendala seperti kurangnya fasilitas, objek wisata yang belum terawat, dan promosi yang belum maksimal. Strategi yang dianjurkan antara lain peningkatan sumber daya manusia, perbaikan aksesibilitas, dan promosi lebih gencar.   

Saran untuk wisatawan

Waktu terbaik: Waktu terbaik untuk berkunjung adalah saat musim panen atau ketika acara-acara lokal berlangsung, untuk bisa merasakan pengalaman agrowisata yang lebih otentik.Aktivitas: Wisatawan dapat menjelajahi perkebunan sayur, menikmati pemandangan dari bukit, dan berinteraksi langsung dengan petani setempat untuk mempelajari proses pertanian. 


Impit Adventure Park

Impit Water Park

Impit Water Park

Impit Adventure Park adalah tempat wisata alam dan buatan yang berlokasi di Desa Lelema, Kecamatan Tumpaan, Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara.

Lokasi dan kontak

Alamat: Jl. Trans Sulawesi, Lelema, Kec. Tumpaan, Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara.Nomor telepon: +62 856-9667-1099.Instagram: @impitadventurepark.   

Fasilitas dan aktivitas

Menurut data dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melalui platform Sisparnas, Impit Adventure Park menawarkan berbagai aktivitas wisata, seperti: Kegiatan wisata alam: Pemandangan dan suasana alam terbuka yang bisa dinikmati pengunjung.Kegiatan wisata buatan: Beberapa wahana atau fasilitas rekreasi tambahan yang sengaja dibangun.Taman rekreasi/taman wisata: Area yang dirancang untuk bersantai dan berekreasi bagi keluarga.Kegiatan wisata tirta: Aktivitas yang berhubungan dengan air, seperti kolam renang.Parkir: Area parkir yang memadai untuk sepeda motor, mobil, dan bus.Toilet: Fasilitas toilet umum tersedia, meskipun tidak ada yang khusus disabilitas.Asuransi: Pengunjung mendapatkan asuransi.Pusat informasi: Tersedia tempat untuk mendapatkan informasi seputar area wisata.Jasa makanan/minuman: Terdapat area atau warung yang menyediakan makanan dan minuman.   


X
Situs ini menggunakan cookie agar penjelajahan di sini menjadi lebih baik.
Kamu dapat menerima semuanya, atau memilih jenis cookie yang dengan senang hati kamu izinkan.
Pengaturan Privasi
Pilih cookie mana yang ingin kamu izinkan saat menjelajahi situs web ini. Harap dicatat bahwa beberapa cookie tidak dapat dimatikan, karena tanpa cookie, situs web tidak akan berfungsi.
Penting
Untuk mencegah spam situs ini menggunakan Google Recaptcha dalam formulir kontaknya.

Situs ini juga dapat menggunakan cookie untuk e-niaga dan sistem pembayaran yang penting agar situs web berfungsi dengan baik.
Layanan Google
Situs ini menggunakan cookie dari Google untuk mengakses data seperti halaman yang Anda kunjungi dan alamat IP Anda. Layanan Google di situs web ini dapat mencakup:

- Google Maps
- Font Google
Berbasis Data
Situs ini mungkin menggunakan cookie untuk mencatat perilaku pengunjung, memantau konversi iklan, dan membuat audiens, termasuk dari:

- Google Analitik
- Pelacakan konversi Google Ads
- Facebook (Meta Piksel)